Archive for the ‘Tips & Trik di Dapur’ Category

Tips Supaya Sayuran Dan Buah Tetap Segar

1. Belilah di pasar tradisional

Sebaiknya belilah sayur dan buah di pasar tradisional, di pasar pertama ketika buah dan sayur itu datang dari petani. Hindari membelinya di supermarket atau toko sejenis karena biasanya sudah banyak terkena paparan pendingin ruangan. Jadi rasanya sudah tidak segar lagi.
2. Membeli sesuai kebutuhan

Jangan membeli sayur dan buah dalam jumlah banyak sebagai stok makanan. Lebih baik membelinya untuk sekali konsumsi saja. Karena semakin lama sayur dan buah tersebut disimpan, akan semakin berkurang pula jumlah vitamin yang terkandung di dalam buah dan sayuran tersebut.

3. Simpan di tempat yang tepat

Buah apel, pisang, tomat, jeruk, dan bawang-bawangan serta kentang yang memiliki kulit di bagian luarnya dapat disimpan di suhu ruangan untuk menjaga kesegarannya. Sedangkan untuk sayuran seperti bayam, wortel, selada dan kembang kol juga buah anggur dan sejenisnya sebaiknya disimpan di lemari es. Untuk brokoli dan jamur sebaiknya masukkan ke dalam kantong kertas terlebih dahulu supaya tetap segar dan tidak lembab.

4. Jauhkan dari zat etilen

Sebaiknya simpan semua sayuran dan buah dalam kantong yang terpisah untuk menjaga kesegarannya. Buah-buahan dan sayuran bisa mengeluarkan gas etilen yaitu gas tidak berbau, yang mempercepat pematangan buah dan sayuran lainnya di sekitar mereka dan dapat menyebabkan kerusakan dini.

Selain itu beberapa sayuran ada yang dikategorikan sebagai ‘heavy breathers’ yaitu jenis sayuran yang dapat merusak sayuran di sekitarnya jika disimpan bersamaan. Contohnya adalah bayam.

 

Jadi penting bagi kita untuk menjaga kesegaran sayuran dan buah-buahan demi mendapatkan vitamin dan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh kita.

Selamat mencoba.

Tips Agar Telur Asin Sempurna

  • Telur bebek dengan kualitas baik adalah telur bebek yang berumur 1-2 hari, tidak busuk dan tidak retak. Untuk melihat kualitas telur, rendam telur ke dalam air selama ± 2 menit. Jika telur mengapung atau melayang di atas permukaan air berarti telur tersebut kualitasnya buruk. Jangan gunakan telur tersebut.
  • Agar lapisan batu bata dan abu gosok pada permukaan telur tidak mudah lepas, sebaiknya bungkus masing-masing telur yang telah ditutupi bahan pelapis dengan menggunakan plastik.
  • Saat proses pemeraman, sebaiknya telur yang telah dibalut bahan pelapis disimpan di tempat terbuka serta jauhkan dari bau yang menyengat.
  • Waktu pemeraman telur ± 3 minggu, lebih lama akan lebih baik karena telur asin yng dihasilkan akan lebih awet dan lebih “masir”.
  • Jangan merebus telur dengan api besar karena akan berakibat telur akan saling berbenturan dan menjadikan telur pecah.
  • Mematangkan telur asin juga bisa dengan cara dikukus menggunakan api sedang dengan waktu pemrosesan yang sama.
  • Sebaiknya cuci telur dengan menggunakan sabun sehingga tidak ada kotoran yang menempel pada kulit telur yang mengakibatkan telur menjadi busuk.
  • Anda juga bisa menggosok permukaan kulit telur secara merata dengan menggunakan ampelas atau kertas gosok. Hal ini dimaksudkan agar pori-pori kulit telur sedikit terbuka sehingga garam mudah terserap kedalam telur.

Ciri Telur Asin yang Baik

Agar aman mengkonsumsi, pilih telur asin yang baik dan sehat. Untuk memilihnya, lakukan cara berikut:
1. DIRENDAM
Rendam telur asin didalam air tawar atau air yang sudah diberi garam 10 persen (1 sdt garam dalam 2 gelas air), jika telur asin tenggelam maka telur asin dalam keadaan segar. Tetapi bila telur asin sedikit terapung, maka kantong udara di ujung telurnya membesar. Tandanya telur asin sudah terlalu lama disimpan atau kalau telurnya melayang dalam larutan air maka telur sudah rusak.
Perhatikan pula warna kulit telur asin. Pilih warna kulit telur asin yang cerah dan bersih, telur asin yang kurang bagus warna kulitnya agak buram, kecoklatan serta muncul bintik-bintik hitam biasanya disebabkan pertumbuhan jamur.

2. DIBELAH
Telur asin yang baik, akan terlihat jika sidah dibelah. Ketika dibelah perhatikan:
• Warna Putih Telur
Telur asin yang bagus, putih telurnya terlihat cerah dan bersih. Telur sisa bekas tetasan putih telurnya terlihat kusam dan tidak putih bersih
• Warna kuning telur
• Kuning telur asin yang bagus terlihat kuning cerah dan bersih, sedangkan yang kurang bagus telihat kining kusam, dan ada warna kehijauan.
• Isi telur
Telur asin yang bagus tidak kenyal, dan mudah diiris, namun kadang menempel oada kulit telur bila dikupas.

Sumber: Tabloid KOKI

Cara Membuat Telur Asin

  1.  MENGGUNAKAN BATU BATA

BAHAN:

  • Telur bebek kualitas terbaik 8 butir
  • Air secukupnya

BAHAN LAPISAN BATU BATA:

  • Batu bata 500 gr, tumbuk halus
  • Garam dapur (garam kotak/garam krasak) 500 gr
  • Air 100 ml

CARA MEMBUAT :

  • Lapisan Batu Bata: Campur bubuk batu bata dan garam, tuang air sedikit demi sedikit ke dalam adonan sambil diaduk hingga rata.
  • Bungkus telur dengan adonan lapisan hingga merata keseluruh permukaan telur hingga setebal ± 1 cm
  • Simpan telur yang sudah dibungkus dengan bahan lapisan ke dalam ember atau wadah platik atau kuali selama 15 – 20 hari. Bersihkan lapisan batu bata dan cuci telur.
  • Rebus telur asin dengan api kecil hingga matang selama ± 1 ½ jam. Matikan api, angkat dan tiriskan telur.
  • Telur asin siap disajikan sebagai lauk.

 

 

2.     MENGGUNAKAN LARUTAN GARAM

BAHAN:

  • Telur bebek kualitas terbaik 8 butir, cuci bersih, keringkan
  • Air secukupnya, untuk merebus

BAHAN LARUTAN GARAM:

  • Garam dapur (garam kotak/garam krasak) 250 gr
  • Air bersih/air mineral 1 liter

CARA MEMBUAT:

  • Letakkan telur bebek ke dalam stoples kaca atau plastik.
  • Larutkan garam dengan air didalam wadah terpisah. Aduk hingga garam benar-benar larut. Bila pencampuran garam dengan air dingin kurang sempurna, sebaikknya rebus dahulu air hingga agak mendidih dan tuangkan garam. Aduk perlahan hingga garam larut, angkat dan biarkan hingga benar-benar dingin.
  • Tuang larutan garam secara peerlahan ke dalam stoples berisi telur bebek.
  • Tutup stoples. Simpan ditempat yang rata dan sejuk selama 15 hari. Tiriskan dan keringkan telur.
  • Rebus telur asin dengan api kecil hingga matang selama ± 1 ½ jam. Matikan api, angkat dan tiriskan telur.
  • Telur asin siap disajikan sebagai lauk.

 

 

       3.    MENGGUNAKAN ABU GOSOK

BAHAN:

  • Telur bebek kualitas terbaik 8 butir, cuci bersih, keringkan
  • Air secukupnya, untuk mencuci dan merebus

BAHAN LAPISAN ABU GOSOK:

  • Abu gosok 500 gr
  • Garam dapur (garam kotak/garam krasak) 500 gr
  • Air 100 ml

CARA MEMBUAT:

  • Lapisan Abu gosok: Campur abu gosok dan garam, tuang air sedikit demi sedikit ke dalam adonan sambil diaduk hingga rata.
  • Bungkus telur dengan adonan lapisan hingga merata keseluruh permukaan telur hingga setebal ± 1-2 mm
  • Simpan telur yang sudah dibungkus dengan bahan lapisan ke dalam ember atau wadah platik atau kuali selama 15 – 20 hari. Bersihkan lapisan abu gosok dan cuci telur.
  • Rebus telur asin dengan api kecil hingga matang selama ± 1 ½ jam. Matikan api, angkat dan tiriskan telur.
  • Telur asin siap disajikan sebagai lauk.

 

 

Sumber: Tabloid KOKI

 

Cara Menyimpan Olahan Daging Sapi Agar Tetap Enak

Jika Anda termasuk orang yang suka memasak dalam jumlah banyak, tentu Anda seringkali mendapati makanan sisa yang akan sangat sayang jika harus dibuang. Padahal makanan itu masih bisa dikonsumsi kembali, asalkan disimpan dengan benar. Masakan tradisional maupun masakan western yang terbuat dari daging sapi seringkali masih layak dan enak dikonsumsi kembali jika Anda bisa menyimpannya dengan benar.
Daging yang setelah diolah menjadi berbagai masakan praktis akan sangat sayang jika harus dibuang. Jika masih ada masakan daging yang tersisa banyak, biasanya Anda akan menyimpannya di dalam lemari pendingin. Namun, daging sapi yang disimpan di dalam lemari es atau freezer seringkali membuat aroma makanan di dalam lemari es tersebut menjadi campur aduk.
Berikut ada cara menyimpan daging sapi matang di freezer, agar daging tetap layak dan lezat untuk dikonsumsi kembali. Anda bisa menggunakan bungkus daging atau menggunakan alumunium foil untuk membungkus daging sapi. Hal itu akan sangat efekif mencegah makanan terbuang percuma. Bagaimana caranya?

  • Pertama-tama, Anda bisa membungkus daging sapi yang telah Anda masak dengan plastik khusus makanan, seperti plastik yang menggunakan perekat. Daging sapi harus disimpan dalam wadah khusus dan kedap udara.
  • Untuk menyimpan makanan di lemari pendingin, gunakan suhu freezer dengan derajat kurang dari 0 derajat Fahrenheit atau setara dengan -18 derajat Celcius.
  • Gunakan wadah yang memang khusus untuk menyimpan makanan di freezer.
  • Setelah disimpan, jangan mengembalikan suhu daging sapi matang di luar ruangan. Setelah dikeluarkan dari freezer, simpan kembali daging di bagian bawah lemari pendingin atau Anda juga bisa menghangatkan atau mengembalikannya ke suhu normal dengan menggunakan microwave.
  • Setelah dikembalikan ke suhu normal, sebaiknya makanan matang yang menggunakan daging sapi sebagai bahan masakan tersebut tidak kembali dibekukan.
  • Catat tanggal penyimpanan dalam wadah untuk mengingatkan Anda mengenai berapa lama daging sapi telah disimpan dalam lemari pendingin.

Dengan penyimpanan yang benar, masakan yang terbuat dari daging sapi biasanya dapat bertahan hingga 2-3 bulan.